Fan Page

Pengikut

Ada kesalahan di dalam gadget ini

26/01/16

Database Anggota Wapeala

Posted by WAPEALA On 26.1.16 1 comment
Salam Lestari!
Kepada Seluruh Anggota Wapeala, dimohon untuk mengisi data pribadinya.
Demi kelancaran kegiata Wapeala kedepan dan hubungan silaturahmi tetap terjaga baik
Terima kasih atas perhatian sedulur.
Diharap untuk saling mengingatkan agar database ini segera terisi penuh

#Wapeala Sedulur sak lawase


Hari Pertama 15 Januari 2016

Hari ini adalah malam karantina bagi peserta BTKK Diving Lapis 32. Di malam ini selain mengondisikan peserta, juga cek terakhir kesiapan berangkat ke lapangan, Pulau Panjang Jepara. Cek kesiapan meliputi ceklist logistik, tes materi, pemantapan materi dan istirahat. Ketigabelas peserta sangat antusias dari hari pertama ini, terlihat dari kesiriusan dalam mempersiapkan logistik dan materi. Istirahat malam untuk malam ini dirasa sudah cukup. Tigabelas peserta tersebut yaitu : Aan, Retno, Rivaldy, Wahyu S., Fajar, Prafani, David, Wahyu D., Tesar, Tsaqif, Alif, Darsini, dan Fahri.

Hari Kedua 16 Januari 2016

Pagi setelah ibadah subuh bagi yang menjalankan, peserta didampingi anggota melaksanakan olaharaga di sekitar PKM Joglo Undip Pleburan. Usai olahraga mereka sarapan pagi untuk mengisi energi unutk berkegiatan hari ini. Upacara pemberangkatan pun dilaksanakan setelah itu. Peserta berangkat menggunakan truk bersama sekaligus membawa peralatan yang dibutuhkan. Perjalanan menuju Jepara dimulai sekitar pukul 07.30 hingga pukul 10.30.

Sampai di Pelabuhan Kartini peserta langsung menuju perahu Sapta Pesona menuju Pulau Panjang. Tantangan pertama dimulai disini, ada alat yang terjatuh di dermaga dan akhirnya harus SAR alat menggunakan peralatan seadanya, Masker dan Snorkel. Hingga akhirnya setelah ditemukan semua tim pencari pun menyusul ke Pulau Panjang.

Sampai Pulau Panjang, aktifitas camp dimulai. Peserta langsung menuju lokasi camp yang ditentukan anggota dan persiapan turun ke air. Olahraga dan pemanasan dilakukan setelah makan siang dan dilanjutkan latihan teknik entri dan adaptasi laut dengan teknik water trap. Beberapa peserta masih gelagapan di air. Namun, semua dapat mempraktekan materi dengan cukup baik. Setelah itu mereka melakukan latihan berenang menggunakan alat skin dive juga latihan berenang. Tidak lupa diajari juga teknik rescue, terutama self recue.

Hari ini ditutup dengan evaluasi malam setelah aktifitas camp. Kebanyakan peserta masih belum menguasai teknik dengan baik. Kedisiplinan dan kesriusan di lapangan juga masih kurang. Hal tersebut menjadi PR bagi hari besok.

Hari Ketiga 17 Januari 2016

Di hari ketiga ini adalah full latihan di air. Dimulai dengan pemanasan pagi mengitari Pulau Panjang. Setelah itu latihan selajutnya adalah water trap. Awalnya setiap peserta lebih mengutamakan diri sendiri. Ditambah masih ada satu orang yang sangat kesusahan untuk melakukan water trap dengan baik. Peserta dikomando untuk saling back up dengan cara melingkar di air. Banyak evaluasi untuk latihan pagi ini. Setelah itu water trap kedua mulai menggunakan skin dive. Tidak banyak halangan untuk latihan water trap yang menggunakan alat ini. Hingga siang hari mereka dimantapkan untuk menguasai materi pagi ini.

Setelah waktu menunjukan sekitar pukul 11. Mereka diberi materi pemantapan untuk Scuba dive. Setelah jalur terpasang satu per satu peserta melakukan penyelaman di kedalaman 3meter. Bagi yang belum pernah sama sekali menyelam di laut, mereka masih panik. Beberapa kendala lain adalah pengturan boyancy yang kurang. Secara keseluruhan ke-tigabelas peserta melakukan dive dengan cukup baik.
Materi yang diterapkan hanya beberapa saja, mengingat kebutuhan tabung yang menipis. Materi-materi yang diterapkan cukup simpel yaitu Mask Clearing, komando sederhana, dan penjelajahan mengikuti jalur yang telah dibuat. Biota disana yang terlihat ada beberapa ikan, bulu babi dan terumbu karang. Jarak pandangnya cukup untuk melihat jalur, yaitu sekitar 1,5 – 2 meter.

1 orang instruktur turun bersama 2 orang peserta. Peserta ditentukan oleh instruktur agar penyelaman dapat berjalan lancar. Hingga akhirnya orang terakhir menyelam berdua dengan instruktur.

Hari Keempat 18 Januari 2016

Pagi ini peserta lebih tertib mengikuti kegiatan. Semua peserta pun sudah bisa mempraktekkan materi dengan lancar. Materi tambahan tentang Scuba diberikan untuk mengisi hari ketiga ini, juga ada tambahan latihan long fins swimming.


Setelah setengah hari memantapkan materi, peserta pun kembali ke camp masing masing dan packing. Perjalanan menuju Semarang dimulai pukul 13.30. Kegiatan ini pun ditutup dengan pengukuhan Masa Bhakti Wapeala UNDIP di PKM Joglo Pleburan lantai 2. Ada 6 Calon Masa Bhakti yang dikukuhkan malam ini.

gambar menyusul. :D

22/11/15

TRAINING RAFTING 2015

Posted by WAPEALA On 22.11.15 No comments

Jumat, 14 Agustus 2015
Setelah selesai Packing pakaian dan peralatan yang akan dibawa aku langsung eluncur menuju ke PKM Joglo. Di tengah perjalanan mata terasa sangat berat. Walhasil, di jalan sebelum Taman Diponegoro aku jatuh. Criiitt... GUBRAK!. Waktu menunjukan pukul 11.35. Setelah Jumatan aku menuju ke PKM dijemput Srikandi Srikandi Wapeala.
Sampai PKM sebagian konsumsi dan peralatan telah dipacking. Namun karena beberapa hal Packingnya selesai jam 5 sore lebih. Semua barang dibwa menggunkan motor menuju Sukun. Tidak ada yang tertinggal, kami sampai Sukun sekitar pukul 6 sore. Semua armada bus Semarang – Magelang telah berangkat. Akhirnya kami putuskan untuk menunggu besok pagi jam 2. Setelah tawar menawar akhirnya kami mendapat carteran Daihatsu sampai lokasi seharga 300 ribu rupiah. Waktu menunjukan pukul 10 malam tepat. Aenun, Dewi, DJ, Rima dan Aku naik angkot. Saad dan Edy pakai motor.
Sampai sana kami meminta izin kepada kepala RW 10, Pak Zen. Beliau memperbolehkan tapi harus menghubungi kepalah RW 11 dahulu. Karena sudah terlalu malam, kami langsung menuju lokasi Camp di Pinggir Jeram Kedung Celeng.
Semua barang ditaruh digubuk dan langsung mendirikan Camp.
Evaluasi : Saat persiapan jangan disambi gojekan.
Sabtu, 15 Agustus 2015
                Pagi hari bangun dan Subuh. Setelah itu aku mengambil air karena yang lain belum bangun. Baru setelah itu yang lain bangun dan menyiapkan sarapan. Aku dan Saad pinjam 3 dayung di Kaling Kalih sekaligus Izin ke Pak RW. Edy dan yang lain meyiapkan air dan sarapan.
Selesai sarapan aku kami pemanasan dan lari sebelum turun ke Sungai. Karena kesiangan, materi pun juga molor. Materi pagi ini adalah membaca Sungai. Setelah itu Renang Jeram sekaligus Renang Aktif. Aenun pertama, namun masih belum lancar dan harus mengulang. Setelah itu Edy, Rima, Saad, DJ, dan Dewi. Semua harus mengulang kecuali Edy dan Saad. Setelah mengulang Aenun belum juga lancar, jadi harus mengulang lagi. DJ yang awalnya sudah baik malah menjadi kurang lancar untuk yang kedua. DJ sedikit cidera di kaki karena salah posisi di Jeram.
Waktu tersisa 1 jam sebelum istirahat, semua dimaksimalkan untuk Upstream. Setelah itu istirahat. Usai istirahat latihan self rescue naik perahu terbalik dan mendayung posisi perahu terbalik. Juga bolak balik perahu. Latihan hari ini ditutup dengan latihan Skipper dan Upstream.
                Latihan selesai jam setengah 5, molor 1 jam. Setelah latihan kami mandi dan menyiapkan makan malam. Usai makan malam Evaluasi. Setelah itu tidur.
                Evaluasi :
1.       Bangun Kesiangan
2.       Istirahat dan pergantian Sholat terlalu lama
Minggu, 16 Agustus 2015
Hari ini ada yang berbeda dari hari sebelumnya. Karena ada Mbak Dian dan Teteh yang menyusul ke Camp. Nggak Cuma nyusul tapi juga bawa makanan. Hahaha. Lagi lagi kami kesiangan. Setelah hampir selesai masak Mbak Dian dan Teteh sampai di Camp.
Tak lama setelah itu kami sarapan dan langsung bersiap di tepi Sungai. Usai pemanasan kami me-rescue ayam yang terjebak di Eddies. Ada sebanyak 4 bangkai busuk ayam disana. 3 dihanyutkan 1 dibuang ditepi jauh sungai. Misi Rescue selesai, lanjut ke materi utama.
Materi pertama hari ini adalah Renang Jeram dan Rescue. Ditengah renang jeram, ada perahu operator yang terangkut dan penumpang terjebak ditengah jeram. Cukup memakan waktu untuk membantu mereka. Setelah itu dilanjutkan renang jeram. Setelah itu rescue. Rescue disini rescue swimmer tidak sadarkan diri. Semua cukup lancar hanya 2 saja yang terbawa arus. Setelah usai, kami latihan Upstream lagi sampai semua merata.
Sekarang waktunya istirahat. Waktu istirahat kali ini ada yang spesial karena Mbak Dian bawa kue Tart Ulang Tahunnya Aenun. Usai makan makan kami Sholat dan Mkan siang. Sebelum mengarung, kami latihan team rescue dengan meleai jeram posisi perahu terbalik.
Karena lancar, kami lanjutkan perjalanan menuju jeram kriting. Aku sebagai skipper pertama. Selanjutnya bergantian. Sebelum melewati jeram kriting. Kami Scouting darat tanpa tim rescue. Setelah menentukan jalur, kami kembali ke Sungai dan melewati jeram dengan lancar, hanya saja sedikit terhambat oleh pillow pillow dan stopper kecil. Tak lam kemudian kami sampai jeram istirahat. Edy, Saad, Dj, dan Rima diturunkan sebelum jeram istirahat. Meraka harus renang jeram melewati jeram istirahat. Satu persatu melewati dengan lancar, dari Edy, DJ, Rima dan terakhir Saad. Tak ada yang perlu direscue.
Di lokasi istirahat, makan siang serta foto foto. ditraktir degan juga dari Aenun. Ahahaha. Tak banyak istirahat kami langsung melanjutkan perjalanan munuju Finish. Baru satu jeram pun belum usai kami nyangkut di stopper besar yang membelah mainstream. Perahu meleot hampir terbalik, aku dan Dewi naik keatas batu. Aenun jatuh, saat jatuh narik Saad, Saad nyangkut di perahu beberapa detik kepalanya tenggelam. Melihat itu Edy langsung njeburin Saad. DJ jatuh dan hampir terjepit, untung perahu langsung memutar dan melewati Stopper. Aku dan Dewi berenang ketepi. Setelah itu kami evaluasi sebentar. Setelah evaluasi Skipper tetap Aenun dan kami melanjutkan pengarungan. Setelah itu kesempatan DJ menjajal posisi Skipper di Sungai sebenarnya. Hampir sampai Bottle Neck Edy jadi Skipper sampai Finish. Di Finish Teteh dan Mbak Dian sudah menunggu. Karena airnya sedang surut, perahu terhambat di jeram terakhir.
Cukup lama menunggu mobil untuk kembali ke Start. Sampai sekitar 45 menitan. Setelah itu perahu dibawa sampai ke Start Point. Kondisi di Start Point sudah gelap jadi kami mengandalkan senter untuk manuver. Hanya 4 jeram yang kita lalui termasuk Kedung Celeng, setealh itu menepi dan aktivitas camp sekitar pukul 7 malam. Cewe cewe mandi di Masjid, aku dan Edy bilas di Sungai. Makan, evaluasi dan tidur. Makan malam ini pun sedikit sekali menunya. Karena beras dan spritus menipis.
Senin, 17 Agustus 2015
Hari ini hari terakhir training Rafting. Sesuai kesepakatan kami bangun jam setengah 5, namun kenyataanya molor. Sehingga banyak waktu yang terbuang. Kami segera bagi tugas, ada yang packing peralatan ada yang masak ada yang mepersiapkan tungku. Menu makanan pagi ini adalah penghabisan menu kemaren yang tidak termasak. Dengan spritus seadanya dibantu dengan tungku kayu akhirnya jadilah Nasi, Tempe goreng, Telur Dadar Tepung, Sambel Goreng, Tempe Oseng sertaTumis Brokoli. Nasi yang tinggal sedikit menjadikan pagi ini sarapannya lauk nasi. Sarapannya semakin meraih dengan makan bersama diatas daun pisang. Usai makan langsung cuci alat masak, dan packing alat masak. Semua alat dan tas yang tidak dibawa kami titipkan di Warga.
Perahu kami bawa turun dan pemasanan dahulu di pinggir Sungai. Usai pemanasan sekitar pukul 9 Pagi. Jam 9 kami pemanasan dayungan dan refresh materi Skipper terutama untuk Rima dan DJ. Seperti biasa, memutari flat serta Upstream dan Ferrying. Sebelum mengarung mereka harus melakukan Latihan Team Rescue. Kali ini aku hanya mengawasi. Hasilnya pun kurang lancar. Awalnya para swimmer terbawa mendahului perahu, kedua skipper tidak langsung mengarahkan perahu, ketiga Perahu nyangkut di jeram, Keempat DJ terjatuh, Kelima Swimmer terbawa arus sehingga melewati batas. Setelah evaluasi singkat, kami melanjutkan pengarungan.
Sekitar pukul 10 Pegarungan di mulai. Pengarungan ini diawali dengan mount gopro yang lepas. Menyesal juga karena kurang hati hati. Di Pengarungan ini juga aku membawa GPS untuk men-track jalur serta jeram (titik mula jeram hingga akhir jeram, gunanya untuk menentukan elevasi/kemiringan jeram). Pada pengarungan ini kaptennya adalah Saad. Sebagai kapten pengarungan kali ini dia berhak memnetukan skipper dan posisi pendayung. Pangarungan ini pun aku hanya menumpang duduk saja, kesempatan bagi yang lain untuk saling belajar. Di awal, pengarungannya lancar hingga jeram istirahat. Sampai jeram istirahat kami masih belum terlalu lelah, akhirnya kami putuskan melanjutkan perjalanan. Satu satu mecoba menjadi pendayung depan, mencicipi posisi kanan dan kiri, maupun sebagai skipper. Diakhir pengarungan aku menapat kesempatan meleawati jeram terakhir. Sayang sekali kurang bisa melwati dengan baik, perahu pun nyangkut nyangkut. Bahkan sempat terjatuh. Pengarungan pun selesai. Walaupun untuk skill skipper sudah lumayan, namun Pengarungan kali ini kurang kompak dan semangat, terlihat pada dayungannya. Waktu memunjukan pukul 12.30.
                Perahu diangkat dan dibersihkan, dilipat dan dibawa dengan mobil menuju Kedung Celeng. Diperjalanan kami mengembalikan dayung Kaling Kalih yang kami pinjam. Setelah itu ambil tas dan bawaan serta motor. Edi dan Saad bawa motor. Yang lain menggunakan mobil menuju Terminal. Di terminal mandi dan packing perlampung. Tak lama kemudia kami pulang menuju Semarang. Bus berangkat sekitar pukul 2 Siang. Diperjalanan abnyak pendaki yang baru turun dari Gunung memperingati 17 Agustus. Kami juga memperingati dengan cara berbeda. Sampai Sukun pas Magrib.

                Semua alat kami cuci dan akhirnya evaluasi selesai pukul 10 malam. 

oleh: Wisnu Bekti N.

21/10/15

WAPEALA Undip membuka pendaftaran lapis XXXII, jadi buat kamu yang suka berkegiatan di alam terlebih lagi yang suka naik gunung dan mengaku mencintai alam ayo segera daftarkan dirimu
Di WAPEALA terdapat 5 divisi kepetualangan, yaitu:
1. Gunung Hutan
2. Panjat tebing (Rock Climbing)
3. Susur Gua (Caving)
4. Arung jeram (Rafting)
5. Menyelam (Diving)

Dan yang mengasyikkan kita tidak hanya asal bermain di alam bebas tetapi juga mempelajari prosedur keamanannya.

Berminat ? smile emoticon
Pendaftaran dan informasi lebih lanjut bisa datang ke sekretariat WAPEALA di PKM lama Undip ( bekas poliklinik ) lantai 2 atau bisa menghubungi contact person yang ada di poster.
*Terbuka bagi SELURUH mahasiswa Undip dengan status aktif

09/09/15

Salam Lestari!

Follow Your Passion.
Rekan yang haus akan jiwa kepetualangan, kepedulian akan lingkungan dan cinta Tanah Air Indonesia yang berkelanjutan akan membentuk jiwa mandiri di lingkungan masyarakat, berani menghadapi tantangan/resiko yang ada dihadapan anda serta budi pekerti yang menjadi contoh dilingkungannya.

Beranilah mencoba menjadi bagian dari apa yang telah diciptakan oleh sang pencipta mulai dari gunung hutan, tebing, sungai, lautan serta gua. Disinilah harapan, keinginan dan kepuasan yang akan anda dapatkan dengan menjelajahi semuanya dengan bergabung dengan kami, Mahasiswa Pecinta Alam (WAPEALA) UNIVERSITAS DIPONEGORO.

Caranya DOWNLOAD form ini.
Setelah itu serahkan ke Sekret.


05/08/15

Wapeala UNDIP membuka pendaftaran Sertikasi Selam A1 untuk mahasiswa dan umum. Sertifikasi dilakukan di Pulau Panjang, Jepara, Jawa Tengah.




16/06/15



 Semarang – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Wapeala (Mahasiswa Pecinta Alam) Universitas Diponegoro mengajak MAPALA di Semarang dan UKM di Undip untuk melakukan penanaman 2500 pohon mangrove di desa Mangunharjo Mangkang – Semarang.

Acara berlangsung pada hari Minggu, 14 Juni 2015 dengan tema “Mangrove for Good Environmental” diharapankan dapat menanamkan mental kepedulian kita pada lingkungan sekitar. Desa Mangunharjo sendiri dipilih karena daerah pesisir di desa tersebut sering terjadi rob yang diakibatkan pengikisan pantai. Tentunya keberadaan Mangrove di desa Mangunharjo dapat mencegah terjadinya rob dan pengikisan pantai yang semakin meningkat tiap tahunnya.


Acara yang diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari Anggota Wapeala, Mahasiswa pecinta alam di Semarang serta perwakilan dari UKM di Universitas Diponegoro, menanam 2500 pohon Mangrove yang merupakan sumbangan dari Balai Lingkungan Hidup dan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Tengah yang dipandu oleh Bapak Sururi yang merupakan pelopor penanaman mangrove di desa Mangunharjo. Acara penanaman mangrove yang diselenggarakan Wapeala merupakan acara rutin yang diselenggarakan tiap tahunnya yang merupakan bentuk kepedulian Wapeala terhadap kelestarian lingkungan.

05/05/15

Save Our Environment, Love Our Earth

Posted by WAPEALA On 5.5.15 4 comments



Semarang, 2 Mei 2015 - Wapeala UNDIP mengadakan aksi tanam 100 pohon dan pembuatan biopori di lingkungan kampus UNDIP Tembalang, tepatnya di pusat kegiatan mahasiswa Student Centre. Peringatan hari ulang tahun Wapeala sekaligus peringatan hari bumi  yang bertemakan “Save Our Environment, Love Our Earth” tersebut merupakan bentuk nyata dari komitmen Mahasiswa Pecinta Alam UNDIP dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Wapeala mengundang UKM UNDIP dan Mapala tingkat jurusan di UNDIP untuk turut serta dalam aksi nyata menjaga kelestarian lingkungan hidup. Agar suasana penanaman menjadi lebih akrab panitia membagi menjadi beberapa tim,  masing-masing tim tersebut berisi dari teman-teman dari pelbagai organisasi.  Penanaman pohon yang berlangsung selama kurang dari satu jam tersebut menggunakan bibit pohon mahoni, pohon jati dan pohon kersen untuk ditanam. Setalah menanam 100 bibit pohon, Wapeala menginstruksikan teman-taman dari pelbagai organisasi di UNDIP untuk membuat lubang peresapan air biopori. Untuk melubangi tanah sebelum diberi paralon, hampir semua tim mengalami kesulitan karena keadaan tanah yang berbatu sehingga tanah sulit untuk digali ataupun dilubangi dengan alat biopori sehingga untuk membuat biopori ini dibutuhkan waktu yang cukup lama.

Menurut Wisnu Bekti, pembuatan biopori di Student Centre bertujuan untuk menambah resapan air karena tidak terdapatnya saluran air di halaman depan pintu-pintu sekretariat serta mengurangi resiko banjir karenanya. Wisnu yang menjabat sebagai ketua umum Wapeala tersebut menambahkan bahwa penanaman bibit pohon dan pembuatan biopori ini sejalan dengan keinginan bapak Warsito selaku Pembantu Rektor III agar Student Centre menjadi lebih hijau dan tidak lagi terdapat genangan air sehingga menjadi lebih terawat.
Biopori adalah teknologi tepat guna yang ramah lingkungan dan berfungsi sebagai tempat resapan air, mengalirkan air hujan ke dalam tanah, menjaga kelestarian sumber air bawah tanah, mencegah defisit air tanah, tempat pembuangan sampah organik, serta menjaga kesuburan tanaman. Pembuatan biopori di kampus UNDIP Temabalang tersebut bertujuan untuk mengenalkan pembuatan serta manfaat biopori pada mahasiswa UNDIP. Dengan terlaksananya pembuatan lubang biopori diharapkan mampu membuat halaman sekitar Student Centre tidak lagi ada genangan jika turun hujan dan memperbaiki sistem penyerapan air tanah.


Setelah selesai pembuatan biopori acara dilanjutkan dengan pengumuman pemenang photography contest, photography contest terusebut diadakan sebagai bentuk apresiasi tergadap teman-teman yang mau meluangkan waktu untuk turut serta dalam kegiatan tersebut dan menambah semangat dalam melakukan penanaman pohon dan pembuatan biopori. Acara ditutup dengan makan siang bersama antara pembina Wapeala, anggota Wapeala dan teman-teman dari pelbagai oraganisasi.

Oleh :
Nerissa Arviana

W-649 Gracula religiosa robusta 

XXXI. NISAETUS FLORIS : ELANG FLORES

Posted by WAPEALA On 5.5.15 1 comment


1. Ulul Karima                                W-671 Nisaetus floris
2. Dwi Jayanti                                W-672 Nisaetus floris
3. Alfian Prakoso Hadi                   W-673 Nisaetus floris
4. Maulana Yusup Saputra            W-674 Nisaetus floris
5. Annisa Chairany Mutia Tegas   W-675 Nisaetus floris
6. Abdul Saad Karta Wijaya           W-676 Nisaetus floris
7. Kurniade Warochman                W-677 Nisaetus floris
8. Fadhilatin Ni'mah                       W-678 Nisaetus floris

19/11/14

Feel The Nature Pendakian Massal 2014

Posted by WAPEALA On 19.11.14 1 comment

Dengan mengusung tema Feel The Nature, Wapeala kembali mengajak mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang untuk merasakan sejuknya hawa pegunungan dalam pendakian massal 2014 yang berlangsung pada hari Sabtu-Minggu tanggal 15-16 Nopember 2014. Kegiatan yang merupakan acara tahunan yang digelar Wapeala ini berlokasi di Ungaran, dengan pendakian dimulai dari jalur pendakian Medini dan transit di Promasan hingga berakhir di Mawar.


Mengapa harus gunung Ungaran?
Sebagai mahasiswa Universitas Diponegoro yang terletak di Semarang, sudah selayaknya mahasiswa Undip ini kenal akan kekayaan Semarang. Wapeala mencoba memperkenalkan "Gunung Tuan Rumah" kepada mahasiswa Undip dan tracknya pun sangat cocok bagi pemula.



Sebelum pendakian, peserta diberi checklist peralatan apa saja yang perlu dibawa, tentunya yang sesuai dengan standar keselamatan pendaki gunung. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir bahaya yang mungkin saja terjadi.

Selain pendakian, peserta juga dapat merasakan hangatnya api unggun di dinginnya malam, menikmati sunrise di puncak gunung, bermain outbond dan turut serta dalam peduli terhadap lingkungan dengan membersihkan sampah yang mengotori gunung Ungaran.


Dengan diadakannya acara ini, diharapkan mahasiswa Universitas Diponegoro dapat lebih mengenal kekayaan alam Semarang, menjalin keakraban dengan mahasiswa lainnya, dan dapat lebih menumbuhkan rasa peduli terhadap lingkungan.

For more photos, please 
click here

Site search

    Blogger news

    Blogroll


    About